Senin, 24 Juni 2019

Tips Menghemat Keuangan Agar Gak Boros

Ilustrasi menabung - journal.sosiolla.com


Kamu sering bertanya mengapa pengeluar bulan ini sangat membengkak? Gimana cara atur pengeluaran agar tidak boros?

Beberapa yang sering menjadi pertanyaan ialah pendapatan bertambah namun nyatanya uang seperti bus yang hanya berhenti sejenak di halte untuk kemudian pergi lagi.

Pendapatan stagnan sedangkan kebutuhan terus meningkatkan. Membuat sebagian orang susah untuk menabung. Padahal menabung salah satu hal penting dalam perencanaan keuangan.

Terkadang masalahnya bukan pada pendapatan yang kecil. Namun ketidakmampuan untuk mengatur pengeluaraan agar tidak berlebihan.

Pahami sejumlah cara mengatur keuangan yang bisa kamu lakukan agar kondisi keuangan tidak berantakan. Berikut Tips Hemat Keuangan Agar Tidak Boros: *oia maaf nih, untuk sobat kaya anak sultan dilarang baca*

Sadari penyebab kamu boros


Pertama kamu sadari bahwa kamu boros. Tapi jangan menyalahkan diri sendiri. Cari penyebabnya mengapa pengeluaran kamu terlalu banyak atau overspending.

Umumnya, penyebab overspending adalah kemudahan yang didapat. Dalam hal ini kartu kredit menjadi salah satu momok. Kemudahan penggunaan kartu kredit yang hanya tinggal gesek bikin banyak orang terlena. Gesek aja dulu, bayar entar dipikiri bulan depan.

Sekarang juga dengan adanya berbagai alat pembayaran digital. Membuat sebagian orang jadi keranjingan belanja. Bahkan untuk sesuatu yang gak perlu.

Untuk mengatasinya. Bila kamu sudah merasa sangat terbebani utang kartu kredit, kamu masukkan saja kartu kredit kamu kedalam laci untuk mengurangi penggunaannya.

Selebihnya untuk masalah overspending kamu lainnya. Sebaiknya segera telusuri penyebabnya. Untuk kemudian kamu sadari dimana salahnya. Bila kamu sudah paham dan sadar dimana salahnya, masa iya mau lakukan kesalahan yang sama?

Batasi diri untuk tidak belanja berlebihan


Membengkaknya jumlah pengeluaran faktor utamanya ialah tingginya uang yang dikeluarkan untuk belanja. Terlebih untuk belanja yang bersifat konsumtif.

Kamu mungkin sering gak habis pikir mengapa bisa menghabiskan uang begitu banyak untuk belanja yang sayangnya gak semua barang yang dibeli itu penting. Terkadang sebagian orang memang suka kalap saat belanja. Keputusan untuk membeli sesuatu biasanya diambil dalam waktu singkat. Hayoo, siapa yang suka mendadak beli ini itu tanpa mikir dulu?

Nah, bila suka begitu. Maka uda saatnya untuk berubah. Batasi dirimu untuk tidak belanja berlebihan. Bila biasanya kamu memutuskan ingin membeli sesuatu dalam waktu singkat atau beberapa jam saja.

Maka cobalah untuk memulai kebiasaan baru. Biasakan untuk memikirkan dari jauh hari untuk membeli sesuatu. Dengan begitu kamu memiliki cukup waktu untuk berpikir dan menyadari bahwa ada kemungkinan barang yang akan kamu beli bisa saja tidak penting-penting banget.

Hindari uang kredit


Bukannya tidak boleh memakai kartu kredit. Hanya saja bila kamu tidak mampu untuk bersikap bijak dalam penggunaan kartu kredit, maka sebaiknya hindari kartu kredit.

Kartu kredit sama dengan hutang. Uang yang bisa digunakan dalam kartu kredit itu bukan milik kamu. Hanya meminjam saja. Uang sendiri saja tidak boleh sembarangan pemakaiannya. Apalagi kalau berhutang.

Sebaiknya bila tidak penting-penting banget, mending jangan sering pakai kartu kredit.

Hindari godaan


Terlalu banyak godaan untuk boros. Beli ini, beli itu, pergi kesana, jumpa disana, makan-makan dan nongkrong yang mendorong terjadinya banyak pengeluaran.

Tapi gaya hidup memang tidak selalu berbanding lurus dengan isi dompet. Dalam hal ini, tergantung dirimu bagaimana menahan diri untuk tidak tergoda belanja berlebihan.

Tidak semua barang kesukaan mesti dibeli, tidak semua tempat mesti didatangi, tidak harus makanan enak ditempat mahal dan tidak harus semua permintaan pertemuan mesti di sanggupi. Ini berlaku bila isi dompet kamu tidak mendukung. Kenapa perlu gengsi.

Demi kondisi keuangan kamu yang lebih sehat. Maka segera lakukan cara untuk menghindari diri dari godaan. Mulainya untuk mengurangi ke pusat perbelanjaan. Dan kurangi pertemuan-pertemuan gak penting dengan temanmu.

Mulai gunakan catatan anggaran


Walaupun uang pribadi, namun gak ada salahnya untuk membuat anggaran belanja. Sebagai kontrol pengeluaran keuangan.

Mulai dengan mencatat jumlah uang. Menuliskan berbagai kebutuhan sesuai kategori. Berapa saja uang yang sudah dihabiskan dan barang apa saja yang sudah dibeli.

Catatan anggaran membantu kamu menyadari betapa tidak pentingnya sebuah keinginanmu dari waktu ke waktu.

Pisahkan tabungan dan anggaran belanja


Ketika kamu mendapat penghasilan. Seharusnya saat itu juga kamu sadari bahwa semua uang penghasilan bukan sepenuhnya milik kamu dan dapat dibelanjakan.

Dari awal penyimpanan uang harus terpisah. Antara uang belanja, pendidikan, kesehatan, tabungan, cicilan, pajak dan lainnya. Gak bisa sembarangan langsung dihabiskan untuk hura-hura.

Bila kamu gak ketat mengatur, kamu uang bisa habis gak tekendali. Biasakan untuk memisahkan uang untuk belanja dengan kebutuhan lainnya. Bisa dengan membuat rekening bank terpisah.

Bila uang belanja sudah mau habis. Maka kamu harus berhenti membeli sesuatu barang yang gak perlu. Dan jangan coba mengambil uang dari rekening sebelah, apalagi untuk keperluan gak penting. Dengan begitu kamu bisa lebih menahan diri.

Melayak pengeluaran


Memang merepotkan. Tapi ini demi kondisi keuangan kamu lebib sehat. Mengapa tidak untuk mencatat barang apa saja yang sudah kamu beli beserta harganya.

Rutinlah untuk mengeceknya dan dengan sendiri kamu jadi tersadar barang apa saja yang sudah kamu beli. Moga saja kamu mulai berpikir bagian mana yang bisa dihemat.

Cari cara lebih murah untuk memenuhi kebutuhan

Berhemat bukan berarti tidak membeli ini dan itu. Kebutuhan tetap ada dan harus dipenuhi. Disinilah kamu mesti berpikir bagaimana caranya memenuhi kebutuhan dengan cara yang lebih murah.

Bila kamu hobi traveling, maka giatlah mencari tiket murah dan terbaik.

Kemudian jangan lupa untuk memaksimalkan potensi dirimu sendiri. Beberapa kebutuhan juga bisa digunakan dengan membuatnya sendiri. Barangkali kamu tahu tentang Do it Yourself.

Bisa memasak sendiri, memperbaiki beberapa perabotan dan lainnya. Sejumlah kegiatan bisa dilakukan di rumah atau ruang publik. Gak harus mengejar kemewahan.

Demikian seperti itu sejumlah langkah yang bisa kamu lakukan untuk menghemat pengeluaran uang. Sekali lagi bila kamu sobat tajir melintir tidak dianjurkan mengikuti cara diatas.

Minggu, 23 Juni 2019

Tips Menghemat Kuota Internet Agar Kantong Gak Jebol

hemat kuota internet - Nextren
Penggunaan internet diawal kemunculan di Indonesia hanya segelintir orang saja yang bisa mengakses jaringan tersebut. Biasanya untuk pendidikan, pekerjaan dan bisnis warnet.

Bagi perorangan yang ingin mendapat akses internet juga gak murah. Mesti punya komputer dan berlangganan melalui jaringan kabel atau antena sendiri. Jika dibanding sekarang, dulu untuk akses internet gak gampang. Maka itu, warnet kala itu rame banget.

Sekarang, untuk mendapat akses internet bisa dibilang mudah sekali. Asal punya ponsel pintar dan kuota internet atau akses Wifi, maka siapapun bisa akses internet. Harga kuota internet sekarang juga jauh lebih murah dibanding dulu.

Namun tetap saja pengeluaran untuk biaya internet sering kali membengkak setiap bulannya. 1, 5, 15, bahkan pulahan Gigabyte habis sebelum genap sebulan. Tentunya hal itu sangat menguras kantong ya. Apalagi melihat penggunaan internet yang tidak produktif. Rasanya tuh, kayak melihat duit dibakar didepan mata.

Harga kuota internet sih murah. Namun kebutuhan data internet semakin tinggi. Untuk medsos, Youtube, download film dan belum lagi streaming drakor.

Sudah saatnya kamu untuk mulai menghemat penggunaan internet. Sekarang memang jamannya internet, apa-apa pakai internet. Tapi perlu diperhatikan. Mana bagian yang untuk kebutuhan dan yang hanya untuk senang-senang saja. Bila konsumsi data internet terlalu boros untuk hal yang sia-sia, maka itu yuk mulai berhemat penggunaan data internet.

Perhatikan penggunaan data yang boros untuk aplikasi "maps"


Aplikasi maps di ponsel pintar tanpa disadari ternyata memiliki andil besar "jebolnya" konsumsi kuota internet. Aplikasi Maps ini akan makin banyak menguras data bila kamu menggunakannya untuk layanan built-in navigation, turn-by-turn directions, melihat traffic secara real time atau melihat map dengan mode satellite.

Tapi tenang, ada cara untuk mengerem penggunaan data internet pada aplikasi maps. Caranya ialah mengubah pengaturan aplikasi maps menjadi offline.

Untuk platform Android, kamu bisa menyentuh Search Bar di atas aplikasi Maps.

Setelah itu kamu bisa menggesernya ke bawah sampai bertemu pilihan "Save map to use offline". Dari sini kamu bisa memilih pilihan save untuk berpindah ke mode offline. Untuk platfom iOS, kamu bisa menuju settings > privacy > lalu matikan pilihan 'Location Services'.

Nah, bila kamu ingin menggunakan aplikasi ini lagi. Maka tinggal diubah lagi pengaturan yang sudah kamu ubah sebelumnya.

Gunakan browser yang lebih efisien


Selain untuk aplikasi media sosial. Penggunaan internet juga banyak pada aplikasi browser untuk mengakses lebih banyak website. Maka itu browser yang digunakan seharusnya bisa efisien.

Bukannya iklan, namun sudah menjadi rahasia umum Opera Mini bisa jadi rekomendasi untuk browser yang efisien. Aplikasi Browser ini memang sudah banyak terbukti dan banyak dipercaya mampu menyimpan kuota data internet secara primer dengan mengompres website yang akan kunjungi.

Selain itu ada alternatif browser lainnya seperti Chrome, tapi ada triknya. Triknya adalah buka Chrome, sentuh ikon tiga titik di kanan atas, pilih Settings, lalu sentuh Bandwith dan pilih Data Saver untuk mematikan data saving.

Juga selain Chrome, ada Firefox Lite yang bisa digunakan sebagai browser ponsel kamu.


Nonaktifkan sinkronisasi aplikasi yang jarang dipakai


Kamu mungkin mengapa kuota internet mendadak berkurang drastis, padahal sedang tidak dipakai untuk keperluan berarti.

Boleh jadi sumber "penyedot" kuota internet kamu ialah datang dari fitur sinkronisasi sejumlah aplikasi. Aplikasi yang fitur sinkronisasinya aktif akan memperbarui aplikasi walau jarang digunakan. Segera nonaktifkan fitur sinkronisasi aplikasi yang jarang digunakan.

Untuk Android, kamu bisa masuk ke menu Settings > Accounts > kemudian pilih akun yang tidak ingin kamu sinkronisasikan. Untuk iOS, buka settings > general > lalu pilih nonaktifkan background app refresh.

Gunakan aplikasi yang "hemat"


Kamu mungkin sering terlena saat mengakses aplikasi media sosial. Lihat timeline, foto teman, instastory artis dan video Youtube. Padahal aktivitas tersebut sangat menguras kuota internet kamu.

Bila kamu ingin menghemat kuota internet, namun masih ingin eksis. Lebih baik gunakan aplikasi hemat data seperti, Facebook Lite, Twitter Lite, Instagram Lite dan Youtube Go.

Perbarui aplikasi yang perlu saja


Tanpa kamu sadari, sejumlah aplikasi di ponsel kamu sering memperbarui secara otomatis. Kalau hanya satu aplikasi yang update ya gak apa. Tapi kalau sampai puluhan aplikasi memperbarui secara otomatis, itu tuh yang bikin kuota jebol.

Segera nonakfifkan fitur memperbarui secara otomatis. Bisa diganti dengan pengaturan memperbarui aplikasi hanya lewat jaringan wifi.

Untuk mengaktifkannya, dalam Android bisa masuk ke Play Store dan pilih menu Settings > Auto-update apps > Auto-update apps over WiFi Only. Untuk iOS, mask ke Settings > iTunes & App Stores > matikan pilihan Use Cellular Data.

Cermatlah membeli kuota internet sesuai kebutuhan


Penyedia layanan internet khususnya untuk ponsel, sering menawarkan berbagai variasi paket internet beserta promonya. Jangan malas untuk mengeceknya. Pilih dengan cermat paket internet yang paling hemat dan sesuai kebutuhan.

Disarankan untuk membeli paket internet lewat aplikasi provider kamu. Karena disitu banyak penawarannya. Dan banyak juga promonya setiap akhir pekan. Sedikit repot sih, tapi ini demi usaha untuk mendapat paket internet lebih hemat. Seperti kalau kita mau liburan, maka harus rajin hunting tiket yang paling murah dan fasilitas baik.

Dan cara yang terbaik untuk menghemat kuota internet ialah tergantung diri kamu sendiri. Pahami mana yang kebutuhan dan yang sekedar untuk main-main saja. Bila penggunaan internet lebih untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Maka lebih baik hentikan atau minimal dikurangi.